fbpx

Perjalanan, Impian, dan Asa Setelah Pandemi COVID-19

Stay Updated

Receive monthly news on my stories and events right in you inbox.

No spam, I promise. As I hate spams, too!

Member of

Travel-Blogger-Indonesia(300px)
Travel-Bloggers-Award

You may wanna watch

You may also like

Sunset Photo Hunting at Chinese Garden

So, there was a day I joined a group of photographers to hunt for sunset at the Chinese Garden in Singapore. We...

Tahun lalu, saya begitu menanti-nantikan tibanya tahun 2020. Ada berbagai rencana jalan-jalan dengan keluarga dan teman-teman yang sudah dipikirkan untuk sepanjang tahun ini. Namun, tidak disangka trip diving di Bali dan Lombok di bulan Februari kemarin merupakan trip terakhir saya di awal tahun ini. Seperti kebanyakan orang, saya juga sudah lebih dari tiga bulan di rumah saja. Boleh dibilang saya cukup menikmati suasana di rumah – bekerja di balik layar komputer lima hari seminggu walaupun saya tidak bekerja penuh waktu, sambil sesekali saya melihat video-video di Youtube dan mendengar lagu-lagu yang bisa membuat suasana hati jadi lebih baik.

Perasaan lelah setiap kali muncul setelah mengecek HP dan melihat notifikasi bertubi-tubi dari group chat di Whatsapp yang membahas dan membagikan updates hal yang sama – pandemi COVID-19. Bisa saja saya ikut membahas soal itu tapi entahlah, saya lebih memilih untuk tidak ikut meramaikan dalam membagikan berita-berita yang lebih seringnya membuat orang jadi khawatir dan marah. Tidak jarang juga sumber beritanya tidak diketahui kejelasan dan kebenarannya. Menurut saya, portal berita sudah banyak tersedia dan jika seseorang memang mau tahu soal kondisi sekarang, dia akan pergi mencari tahu tanpa perlu dikasih tahu.

Setelah Pandemi COVID-19 Berakhir

Satu sore, setelah selesai membereskan kerjaan rumah, saya duduk di depan komputer saya seperti hari-hari yang lain ketika sedang tidak travelling. Sambil menikmati secangkir kopi panas yang baru saya seduh, satu hal terlintas di benak saya.

“Kemanakah saya akan pergi setelah pandemi ini berakhir?”

Setelah kota dan negara lain sudah memberi lampu hijau dan memperbolehkan kita untuk travelling lagi, kemanakah saya akan pergi? Lucunya, sebelum pandemi ini, rasanya banyak tempat yang ingin saya kunjungi. Tapi sekarang saya malah bingung. Apakah ini pertanda saya sudah terlalu nyaman di rumah? Semoga tidak.

Saya berpikir cukup lama sambil membuka foto-foto perjalanan lama yang belum sempat saya sentuh karena kesibukan kerja. Saya juga baca blog teman-teman lain mengenai destinasi yang ada di wishlist yang kemudian saya menyimpulkan satu hal – setelah pandemi ini berlalu, saya ingin fokus untuk menjelajah wilayah Indonesia terlebih dahulu sekaligus untuk mendukung pemulihan pariwisata di Indonesia. Dan ini beberapa tempat yang ingin saya kunjungi setelah pandemi COVID-19 ini berlalu.

#1 Kepulauan Seribu

Sebagai warga Jakarta, destinasi yang bisa dicapai dengan fast boat kurang dari 2 jam dari Jakarta ini mungkin akan merupakan destinasi pertama yang akan saya kunjungi setelah pandemi COVID-19 ini berakhir. Rindu laut, itu alasan utamanya. Walaupun dunia bawah laut di kepulauan seribu seringkali dipandang sebelah mata, namun menurut saya, sebenarnya dunia bawah laut di Kepulauan Seribu tidak sepenuhnya jelek.

Sudah beberapa kali saya main ke kepulauan seribu bareng teman-teman, baik untuk snorkeling maupun diving pulang hari. Pernah beberapa teman saya yang tinggal di luar Jakarta ikut juga main ke Pulau Seribu. Karena biasanya speedboatnya berangkatnya lumayan pagi, jadi biasanya teman-teman saya menginap dulu semalam di Jakarta. Mengingat banyaknya pilihan hotel di Jakarta dengan harga bersahabat, ini tentunya sangat membantu dalam menghemat biaya.

#2 Kepulauan Derawan

Awal Mei tahun ini seharusnya saya dan teman-teman berangkat ke Derawan. Rencana perjalanan yang sudah tertunda dari tahun lalu ini terpaksa harus tertunda lagi karena pandemi COVID-19 ini. Padahal tiket sudah di tangan dan perjalanan semua sudah diatur. Tapi, tidak apa-apa, destinasi masih akan tetap ada di sana. Ditunda untuk kebaikan kita bersama. Walaupun bukan pertama kali ke sana, tapi, saya tetap menanti-nantikan perjalanan ke Derawan kali ini.

Kalau ditanya kenapa ingin ke Derawan? Salah satu alasannya karena saya ingin melihat hiu paus lagi! Walaupun iya sih, tidak ada jaminan karena ini alam bebas. Sudah terbayang-bayang oleh saya betapa serunya nanti bisa berenang bersama ubur-ubur tidak bersengat dan juga melihat penyu! Penyu lebih mudah diketemui di sana karena memang salah satu jalur lintas mereka ada di Derawan. Tentunya juga ingin bersantai-santai di pantai pasir putih di Pulau Maratua yang indah.

#3 Banda Neira

Sudah dua tahun lamanya saya ingin ke Banda Neira. Semuanya bermula gara-gara saya melihat video diving teman-teman saya di sana yang airnya terlihat begitu jernih dan rata-rata tenang. Dan juga kehidupan bawah lautnya yang begitu melimpah luah dengan ikan-ikan besar maupun kecil. Terumbu-terumbu karang yang terlihat begitu padat memenuhi dasar laut di area yang lebih dangkal dan di sepanjang wall yang ada. Rasanya pasti sangat menyenangkan menyelam di antara keramaian dunia bawah laut tersebut.

Alasan lainnya kenapa saya ingin ke sana adalah karena saya belum pernah menginjakkan kaki di provinsi Maluku! Sudah sering saya mendengar tentang Maluku tapi belum ada bayangan sama sekali kehidupan masyarakat di sana seperti apa dan daerahnya seperti apa. Menariknya lagi, Banda Neira sangat erat hubungannya dengan sejarah perebutan bibit pala yang dulu katanya sangat berharga – setara nilainya dengan emas, dan rempah-rempah lain oleh para penjajah sewaktu zaman perang dunia ke-2.

#4 Semarang

Kenapa Semarang? Barangkali saya rindu sama Loenpia Semarang dan nasi ayam yang dijual di depan satu sekolah yang saya lupa namanya apa tapi saya ingat betul antriannya sangat panjang dan jualnya cuma pagi sama sore. Sudah dua kali saya ke Semarang tapi belum pernah benar-benar menjelajah Semarang. Ke kelenteng tertua di Semarang, Sam Poo Kong, saja belum pernah. Terakhir kali ke Semarang itu bulan Mei tahun lalu ketika saya mau ke Karimunjawa.

Setelah saya teliti lebih lanjut, ada lumayan banyak pilihan hotel di Semarang, termasuk di daerah pegunungan Ungaran dengan tempat wisata alamnya yang kelihatannya menarik untuk dikunjungi. Yah, dipikir-pikir juga, dari Jakarta cukup naik kereta sudah bisa sampai Semarang dan lama perjalanannya juga masih dalam batas toleransi saya. Cerita soal kereta, saya jadi teringat Museum Kereta Api Ambarawa yang saya mau kunjungi juga kalau ke Semarang lagi.

#5 Pulau Selayar

Terakhir ke Selayar itu hampir tiga tahun yang lalu waktu saya dan teman-teman mau ke Taka Bonerate. Sama halnya dengan Semarang, saya cuma sekedar transit dan bermalam satu malam, tidak sempat mengeksplor Pulau Selayar itu sendiri. Dan sejak balik dari sana, saya sering bilang sama diri sendiri, mau balik lagi ke sana kalau waktu dan situasi memungkinkan. Perjalananan menuju ke Selayar memang panjang tapi menurut saya semua akan terbayarkan.

Kebanyakan orang hanya berhenti sampai Tanjung Bira ketika main ke Sulawesi Selatan, padahal dengan naik fast boat kurang lebih 2.5 jam lagi, kita sudah bisa sampai di Pulau Selayar dengan potensi alamnya yang layak kita jelajah juga. Tujuan saya kalau saya ke Selayar lagi selain ingin diving menjelajah alam bawah lautnya, juga ingin main ke air terjunnya!

• • •

Tidak terbayangkan oleh saya bagaimana nasib para pelaku pariwisata di negara kita dan juga negara-negara lain yang memang penghasilan utamanya dari pariwisata. Pastinya, ini masa-masa yang sangat sulit untuk mereka juga. Walaupun banyak orang bilang setelah semua pandemi ini berakhir, orang-orang akan lebih memilih untuk fokus ke hal-hal yang lain daripada memikirkan soal jalan-jalan, akan tetapi, apakah itu berarti kita akan berhenti memikirkan destinasi-destinasi impian kita? Apakah kita juga akan berhenti melihat-lihat dunia luar dan hanya melewati hari-hari kita yang sama setiap harinya?

Saya memahami betapa seriusnya situasi kita dan dunia sekarang ini seperti yang pernah saya singgung di tulisan saya beberapa waktu lalu soal tidak mudik itu karena sayang. Saya pribadi, mungkin tidak akan sesering dulu travelling tapi bukan berarti saya akan melupakan semua destinasi impian saya dan tujuan saya travelling. Saya tetap akan bekerja keras, menabung lebih keras, bukan hanya untuk saya sendiri tetapi juga untuk orang-orang yang saya kasihi.

Setelah semua ini berakhir, travelling mungkin tidak akan sama lagi seperti dulu. Mungkin sikap kita, pola pikir kita soal travelling juga akan berubah. Mungkin kita akan jadi lebih mudah khawatir ketika pergi jauh atau ketika berada di keramaian. Atau bisa juga kita jadi lebih kuat secara fisik dan mental. Yang pasti, sampai semua ini berlalu, sampai situasi sudah kondusif kembali dan lampu hijau sudah menyala, janganlah kita berhenti bermimpi dan berusaha untuk merealisasikan destinasi-destinasi yang sudah lama ada di wishlist kita. Dan ketika waktu itu tiba, kira-kira destinasi mana yang ingin kamu kunjungi pertama kali?

Tracy Chonghttps://about.me/chongtracy
I love nature and I wish to swim with whales one day. If I am not exploring and working in front of my laptop, most likely I will spend the day trying out new recipes or spending time with family or friends.

30 COMMENTS

  1. Wow, Banda Neira sama Taka Bonerate (incl. Selayar) termasuk salah satu bucket list yang belum kesampaian nih..

    Kondisi ‘new normal’ tampaknya bakal bikin slow travel jadi lebih populer ya karena sekarang manusia cenderung sebisa mungkin menghindari keramaian dan mengurangi perpindahan lokasi 🙂

  2. BANDA NEIRA N PULAU SELAYAR

    Karena kangen banget sama laut….
    Mungkin Banda NEIRA n pulau selayar mesti masuk dalam bucket list ku…

    Tapi sih abis pandemic ini selesai atau di blg aman… Tempat yg pgn di kunjungi itu Bali. Bali itu Kangen in. Pengen balik terus n pgn cari tempat-tempat seru yg jarang org datangin…

  3. Very nice written article Tracy. Hope the pandemic can be over soon and these wonderful trips can begin again to bring good memories to others as well. Keep up the good work!

  4. wow..amazing postings..I would love to join you to Pulau Selayar; enjoying peaceful and healing sound of the falls..

    • Iya nih..hahaha..padahal baru 3 bulanan ga pulang, kayanya kok lama bener ya. Efek kelamaan di dalam rumah. Hahaha…En en kangen ama gw yak? Ato lu? Muahahahaha…

  5. Selayar juga masuk list aku, kak. Udah dua tiga kali ke Tanjung Bira ya cuma mentok sampai Tanjung Bira doank T.T
    Semoga paska pandemi ini bisa satu-satu kesampaian ya. Aamiin

    • Aku malah belum pernah ke Tanjung Bira. Cuma lewatttt…buat ke Tana Beru. Hiksss…lain kali pgn stopover paling ga semalam di sana. Pulau2 di sana juga bagus ya katanya. 😀 Iya, semoga bisa tercapai satu per satu yaa…amin!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here